Babak kualifikasi FIP Bronze Yogyakarta 2026 mengirim pesan yang jelas di hari pembukaan: status unggulan tidak menjamin apa-apa. Tiga dari delapan tim unggulan kualifikasi gagal melewati putaran pertama, sebuah catatan yang langsung mengubah peta persaingan jelang putaran kedua.
Kejutan pertama datang dari laga unggulan keenam Romandha Edwin Febrianto/Ade Ariefiendi yang harus mengakui keunggulan Muhalief Rezky Supriyadi Alief/Irwin dengan skor meyakinkan 6-2, 6-2. Tidak lama setelah itu, unggulan kedelapan Axel Olholt (SWE)/Muh Rezky Jabir Kiki juga tumbang di tangan Sunu Wahyu Trijati/Iqbal Bilal Saputra dengan skor 6-4, 6-1.
Cerita paling dramatis mungkin datang dari laga unggulan ketujuh Lucas Ladeveze (ARG)/Hendriko. Sempat memenangkan set pertama dengan skor 6-4, mereka justru gagal mempertahankan momentum dan dikalahkan Nurizscky Maulana Hamzah/Bagas Pratama Saputra 4-6, 6-4, 6-3 dalam pertandingan tiga set yang panjang.
Hasil-hasil ini menggambarkan kedalaman pool pemain di babak kualifikasi tahun ini. Banyak pemain non-unggulan yang ternyata membawa kualitas permainan setara, dan tidak segan-segan memaksimalkan peluang di laga pembuka.
Bagi para unggulan yang berhasil lolos — Rianto/Diantoro (1), Power/Anshari (2), Ijul/Aul (3), Alkautsar/Rafly (4), dan Tri Wahyuda/Utama (5) — peringatan sudah jelas: tidak ada lagi laga yang mudah. Babak kualifikasi akan berlanjut Kamis (21/5) dengan putaran kedua dan ketiga.


.jpeg&w=3840&q=75)