FIP Bronze Jakarta 2026 mencapai penghujungnya pada Minggu, 12 Juli di Rana Grounds Mampang, Jakarta Selatan, menghadirkan final putra yang layak menutup pekan ini sekaligus akhir yang manis-pahit bagi kampanye tersukses Indonesia sepanjang turnamen.
Final putra: pertemuan dua unggulan teratas
Pablo Pastor Landaburu (ESP) dan Kevin Uriel Kviatkovski (ARG) merebut gelar juara setelah mengalahkan unggulan pertama Cristobal Garcia Blanco (ESP) dan Diego Arredondo García (MEX) 7-6(6), 6-2. Set pembuka adalah penentu: tak ada pasangan yang mampu mencuri break berarti, hingga Pastor Landaburu dan Kviatkovski memenangi tiebreak ketat 8-6. Setelah unggul, unggulan kedua itu melaju tanpa hambatan dan menutup set kedua 6-2.
Kedua finalis sama-sama melewati ujian berat untuk sampai ke sana. Garcia Blanco dan Arredondo García menjalani semifinal yang lebih sulit, bangkit dari ketertinggalan satu set melawan Marc Bernils Garcia (ESP) dan Armando Soemarno sebelum akhirnya menang 3-6, 6-4, 7-6(5) — tiebreak set ketiga yang memupus harapan Indonesia di sektor putra. Pastor Landaburu dan Kviatkovski melewati jalan lebih mulus, mengalahkan Juan Carlos Gama Gonzalez (ESP) dan Irfandy Hendrawan 6-1, 7-5.
Final putri: perjalanan bersejarah berakhir lebih cepat
Elsa Terranova (ITA) dan Angelina Neizvestnaya (RUS) merebut gelar putri saat unggul 6-1 atas wakil Indonesia Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini, sebelum pasangan tuan rumah terpaksa mengundurkan diri.
Ini menjadi akhir yang senyap bagi pekan luar biasa unggulan ketujuh yang sepenuhnya Indonesia tersebut. Sabrina dan Sabatini menembus final lewat hasil terbaik sektor putri sepanjang turnamen, menyingkirkan unggulan kedua Dora Chamli (TUN) dan Anastasiia Ryzhova (RUS) 7-6(3), 6-3 di semifinal — kemenangan yang dibangun dari tiebreak set pertama melawan pasangan yang nyaris tak tergoyahkan sepanjang pekan. Langkah mereka ke final, di tanah sendiri dan sebagai duet sepenuhnya Indonesia, menjadi pencapaian terbesar tuan rumah di turnamen ini.
Terranova dan Neizvestnaya tampil dominan dari awal hingga akhir. Di semifinal lainnya mereka melibas unggulan pertama Sandra Bellver Fructuoso (ESP) dan Novela Putria 6-1, 6-1, setelah sebelumnya hanya kehilangan satu gim sepanjang perempat final. Gelar mereka sepenuhnya layak, sekalipun laga final tak sempat menjadi pertarungan sesungguhnya.
Rangkuman sepekan
Turnamen berlangsung 7–12 Juli, dibuka dengan tiga hari kualifikasi putra di mana empat dari enam belas unggulan tumbang hanya pada hari pertama. Pasangan Spanyol merebut tiga dari empat tiket kualifikasi, dan salah satunya — Josep Just Bertran dan Borja Benítez Salvatierra — melangkah hingga perempat final putra. Pasangan Indonesia menembus semifinal di kedua sektor, dengan Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini melangkah satu tahap lebih jauh hingga final.
Final Putra
Pablo Pastor Landaburu / Kevin Uriel Kviatkovski (2) menang atas Cristobal Garcia Blanco / Diego Arredondo García (1) — 7-6(6), 6-2
Semifinal Putra
Cristobal Garcia Blanco / Diego Arredondo García (1) menang atas Marc Bernils Garcia / Armando Soemarno — 3-6, 6-4, 7-6(5)
Pablo Pastor Landaburu / Kevin Uriel Kviatkovski (2) menang atas Juan Carlos Gama Gonzalez / Irfandy Hendrawan — 6-1, 7-5
Final Putri
Elsa Terranova / Angelina Neizvestnaya (3) menang atas Fitriana Sabrina / Fitriani Sabatini (7) — 6-1 ret.
Semifinal Putri
Elsa Terranova / Angelina Neizvestnaya (3) menang atas Sandra Bellver Fructuoso / Novela Putria (1) — 6-1, 6-1
Fitriana Sabrina / Fitriani Sabatini (7) menang atas Dora Chamli / Anastasiia Ryzhova (2) — 7-6(3), 6-3



