Undian di Nagoya
Padel menjalani debutnya di Asian Games pada Senin, 28 September 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, diikuti atlet dari 13 negara. Nomor ganda putra diikuti 20 pasangan, sementara ganda putri diikuti 23 pasangan.
Indonesia menurunkan dua pasangan di setiap nomor, sehingga kedelapan atlet dalam skuad yang diumumkan pada Juli seluruhnya bertanding. Di nomor putri, Novela Putria/Beatrice Gumulya menjadi unggulan ketiga dan Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini unggulan ketujuh. Di nomor putra, Valentinus Dyas/Armando Soemarno menjadi unggulan kedelapan dan Giorgio Soemarno/Alvin Edison unggulan kesebelas. Pasangan Jepang Chifumi Sato/Kotomi Ozawa menjadi unggulan teratas putri, disusul rekan senegaranya Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto sebagai unggulan kedua.
Nomor putra: pelajaran berharga di laga debut
Ganda putra Indonesia mendapat ujian berat. Pada hari pertama, Giorgio Soemarno/Alvin Edison kalah 6-1 6-4 di babak 32 besar dari pasangan Filipina Jason Lapidus/Argil Canizares.
Pada Rabu, 30 September, Valentinus Dyas/Armando Soemarno, yang menjalani laga pertamanya setelah mendapat bye di babak pertama, kalah 6-3 6-4 di babak 16 besar dari pasangan tuan rumah Teruaki Ando/Shinnosuke Nakamura. Pasangan Jepang tersebut kemudian disingkirkan Iran di perempat final.
Babak 16 besar putri: awal yang gemilang
Perjuangan sektor putri dimulai dengan sangat meyakinkan. Pada Selasa, 29 September, Kusumawati/Sabatini hanya kehilangan satu gim saat menghadapi pasangan Kuwait Alsarraj/Alqenaei, menang 6-1 6-0 untuk melaju ke perempat final.
Sehari kemudian, Putria/Gumulya menyusul dengan kemenangan 6-3 6-1 atas pasangan Iran Sahabeh Fard/Zahra Kahrizi, sekaligus memastikan duel perempat final melawan pasangan Hong Kong Chan/Law yang lolos setelah pertarungan tiga set melawan Filipina.
Perempat final: medali di tangan
Kamis, 1 Oktober menghadirkan hasil terbaik Indonesia di turnamen ini. Kusumawati/Sabatini tampil luar biasa menghadapi unggulan teratas sekaligus jagoan tuan rumah Sato/Ozawa, menang 6-0 6-1 di hadapan publik Jepang.
Putria/Gumulya kemudian mengukir sejarah dengan mengalahkan Chan/Law dari Hong Kong 6-1 6-2. Dengan dua pasangan lolos ke semifinal, Indonesia dipastikan meraih setidaknya satu medali pada debut padel di Asian Games. Hanya Iran, di nomor putra, yang juga mampu menempatkan dua pasangan di empat besar.
Kepada FIP usai laga perempat final, Beatrice Gumulya mengatakan tim bangga menjadi bagian dari debut padel di Asian Games, dan setelah memastikan medali, mereka ingin membuat Indonesia semakin bangga.
Semifinal: satu ke final, satu ke perebutan perunggu
Pada Jumat, 2 Oktober, Kusumawati/Sabatini melanjutkan penampilan impresifnya dengan mengalahkan pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte 6-0 6-0 untuk melaju ke laga perebutan medali emas. Dari tiga pertandingan hingga titik itu, pasangan ini hanya kehilangan dua gim.
Putria/Gumulya berhadapan dengan unggulan kedua Tsukamoto/Tokumoto, juara FIP Asia Padel Cup perdana kurang dari setahun sebelumnya. Pasangan Jepang tersebut menang 6-1 6-3, sehingga Putria/Gumulya harus melanjutkan perjuangan di laga perebutan medali perunggu melawan Abad/Malazarte.
Indonesia pun memiliki dua laga perebutan medali di hari terakhir: Kusumawati/Sabatini melawan Tsukamoto/Tokumoto untuk medali emas, serta Putria/Gumulya melawan Abad/Malazarte untuk medali perunggu.
Rangkuman hasil Indonesia
Ganda putri, Kusumawati/Sabatini: babak 32 besar bye; babak 16 besar menang atas Alsarraj/Alqenaei (Kuwait) 6-1 6-0; perempat final menang atas Sato/Ozawa (Jepang) 6-0 6-1; semifinal menang atas Abad/Malazarte (Filipina) 6-0 6-0.
Ganda putri, Putria/Gumulya: babak 32 besar bye; babak 16 besar menang atas Fard/Kahrizi (Iran) 6-3 6-1; perempat final menang atas Chan/Law (Hong Kong) 6-1 6-2; semifinal kalah dari Tsukamoto/Tokumoto (Jepang) 1-6 3-6.
Ganda putra, Valentinus/A. Soemarno: babak 32 besar bye; babak 16 besar kalah dari Ando/Nakamura (Jepang) 3-6 4-6.
Ganda putra, G. Soemarno/Edison: babak 32 besar kalah dari Lapidus/Canizares (Filipina) 1-6 4-6.
Artikel ini merupakan bagian kedua dari seri tiga tulisan PBPI tentang perjuangan padel Indonesia di Asian Games.



