Hari bersejarah bagi Indonesia
Kamis, 1 Oktober menjadi hari ketika Indonesia mencetak sejarah di Nagoya. Kedua pasangan putri memenangi laga perempat final di Nagoya City Higashi Sports Center, memastikan Indonesia naik podium pada debut padel di Asian Games. Hanya Iran, di nomor putra, yang juga mampu menempatkan dua pasangan di empat besar.
Nomor putri
Kejutan terbesar turnamen sejauh ini datang dari unggulan ketujuh Indonesia. Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini membungkam unggulan teratas asal Jepang Chifumi Sato/Kotomi Ozawa 6-0 6-1 di hadapan publik tuan rumah, hanya kehilangan satu gim dalam dua set.
Unggulan ketiga Novela Putria/Beatrice Gumulya menyusul dengan kemenangan meyakinkan 6-1 6-2 atas pasangan Hong Kong Hiu Laam Chan/Yik Yan Law, yang sehari sebelumnya lolos lewat pertarungan tiga set. Kepada FIP, Gumulya mengatakan tim bangga menjadi bagian dari debut padel di Asian Games dan ingin membuat Indonesia semakin bangga di semifinal.
Pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte kembali memenangi laga tiga set, mengalahkan pasangan Iran Saba Najafidehaghi/Neda Mohammadtaghipour 6-2 3-6 6-2. Unggulan kedua asal Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto melengkapi susunan semifinal dengan kemenangan 6-0 6-0 atas pasangan Arab Saudi Areej Fareh/Alanoud Yamani.
Nomor putra
Iran memastikan tempat di podium putra dengan meloloskan kedua pasangannya ke semifinal, sekaligus menyingkirkan dua pasangan Jepang yang tersisa.
Hami Golestan/Arya Roghani mengalahkan Teruaki Ando/Shinnosuke Nakamura, pasangan yang sebelumnya menyingkirkan Valentinus/Soemarno dari Indonesia, 6-4 7-5. Kepada FIP, Roghani mengakui besarnya tekanan saat bertanding memperebutkan medali, namun pasangannya mampu mengatasinya. Unggulan kedua Farsad Shahi/Amirmohammad Jamshidi mengalahkan Kazuki Tomita/Nasa Hatakeyama 6-1 7-6(5).
Unggulan teratas asal Qatar Mashari dan Rashed Naif mengalahkan pasangan Uni Emirat Arab Fares Aljanahi/Abdulla Alabdulla 6-2 6-3. Pasangan Malaysia Christian Chin/Aidan Yunus kembali membutuhkan tiga set, mengalahkan pasangan Filipina Jason Lapidus/Argil Canizares 6-3 3-6 6-3.
Susunan semifinal
Putri: Kusumawati/Sabatini (INA) vs Abad/Malazarte (PHI); Putria/Gumulya (INA) vs Tsukamoto/Tokumoto (JPN).
Putra: Naif/Naif (QAT) vs Golestan/Roghani (IRI); Chin/Aidan Yunus (MAS) vs Shahi/Jamshidi (IRI).
Hasil hari keempat
Perempat final putri: Kusumawati/Sabatini (INA) menang atas Sato/Ozawa (JPN) 6-0 6-1; Putria/Gumulya (INA) menang atas Chan/Law (HKG) 6-1 6-2; Abad/Malazarte (PHI) menang atas Najafidehaghi/Mohammadtaghipour (IRI) 6-2 3-6 6-2; Tsukamoto/Tokumoto (JPN) menang atas Fareh/Yamani (KSA) 6-0 6-0.
Perempat final putra: Naif/Naif (QAT) menang atas Aljanahi/Alabdulla (UAE) 6-2 6-3; Golestan/Roghani (IRI) menang atas Ando/Nakamura (JPN) 6-4 7-5; Chin/Aidan Yunus (MAS) menang atas Lapidus/Canizares (PHI) 6-3 3-6 6-3; Shahi/Jamshidi (IRI) menang atas Tomita/Hatakeyama (JPN) 6-1 7-6(5).
Selanjutnya
Keempat laga semifinal dimainkan di Lapangan 1 pada Jumat, 2 Oktober, mulai pukul 13.00 waktu setempat.



